Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2019

Pengertian Osifikasi Endokondium (Intrakartilago) - proses pembentukan tulang


Osifikasi endokondium adalah proses ketika tulang rawan digantikan oleh tulang keras. Osifikasi endokondium terjadi pada tulang pipa, menyebabkan tualng tumbuh menjadi semakin panjang. Rangka embrio tersusun dari tulang rawan hialin yang terbungkus perikondrium. Proses osifikasi dimulai sejak perkembangan embrio, tetapi beberapa tulang pendek mulai proses osifikasinya setelah kelahiran. Seluruh tulang rawan pada masa anak-anak akan digantikan oleh tulang keras hingga berusia 18 s/d 25 tahun. Kemudian diafisis dan epifisis akan menyatu pada saat pertumbuhan tulang sudah berhenti.

Pusat osifikasi primer terbentuk di bagian diafisis tulang panjang. Perikondrium yang melingkari bagian pertengahan diafisis, menambah jumlah pembuluh darahnya sehingga bersifat osteogenik. Sel-sel kartilago (kondrosit) melakukan proliferasi sehingga jumlahnya semakin meningkat, ukuran sel semakin membesar, dan berubah menjadi osteoblas.  Matriks kartilago mulai mengalami pengapuran (kalsifikasi) melalui prose pengendapan kalsium fosfat. Perikondrium yang mengelilingi diafisis, berubah menjadi periosteum. Kemudian tampak cincin atau tulang periosteum yang mengelilingi bagian tengah diafisis tulang rawan.

Kondrosit yang nutrisinya terputus oleh kerah tulang dan matriks yang mengapur, akan berdegenerasi dan kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan matriks kartilago. Berkas jaringan ikat dan pembuluh darah masuk ke bagian matriks tulang rawan yang berongga-rongga, disebut kuncup periosteum. Sebagian sel jaringan ikat embrional tersebut berkembang menjadi osteoblas. Kuncup periosteum yang mengandung osteoblas masuk ke dalam spikula kartilago yang mengapur melalui ruang yang dibentuk oleh osteoklas (sel penghancur tulang). Osteoblas kemudian meletakkan zat-zat tulangnya pada spikula kartilago yang mengapur (terkalsifikasi). Dengan demikian, terbentuklah pusat osifikasi primer di pusat diafisis. Zona osifikasi endokondrium ini akan meluas menuju ke arah epifisis.

Setelah kelahiran, pusat osifikasi sekunder terjadi pada kartilago epifisis di kedua ujung tulang. Beberapa bagian tulang, memiliki tulang rawan yang tidak digantikan oleh tulang keras, yaitu kartilago atikular (tulang rawan persendian) dan kartilago cakram epifisis yang terletak di antara epifisis dengan diafisis.

Sabtu, 19 Januari 2019

Pengertian Osifikasi Intramembran | Biologi SMA/MA


Osifikasi intramembran adalah proses pembentukan tulang secara langsung (osifikasi primer), dengan cara mengganti jaringan penyambung padat dengan simpanan garam-garam kalsium untuk membentuk tulang dan pembentukan tulang ini tidak akan terulang lagi. Osifikasi primer banyak terjadi pada tulang pipih penyusun tengkorak. Proses ini berlangsung pada minggu ke-8 masa kehidupan janin.

Pada awalnya kelompok sel mesenkim yang berbentuk bintang berdiferensiasi menjadi osteoblas. Osteoblas kemudian menyekresikan matriks organik yagn belum mengapur (osteoid). Massa osteoid mengalami kalsifikasi (pengapuran) melalui pengendapan garam-garam tulang. Di sekeliling osteoblas akan terbentuk lakuna dan kanalikuli. Aktivitas osteoblas akan membentuk lapisan-lapisan matriks baru sehingga tulang menjadi semakin tebal dan osteoblas menjadi terpendam di dalam matriks. Osteoblas yang terpendam di dalam matriks disebut osteosit (sel tulang). Osteosit menajdi terisolasi di dalam lakuna dan tidak lagi menyekresikan zat intraseluler.

Di beberapa pusat osifikasi, pad awalnya tulang terdiri atas trabekula yang berongga-rongga, kemudian di antara trabekula tersebut terisi oleh tulang lamelar konsentris sehingga menjadi tulang kompak. Namun, ada yang tetap menjadi tulang spons dengan rongga sumsum berisi jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. Di sekeliling tulang yang sedang tumbuh terdapat jaringan ikat yang akan tumbuh menjadi periosteum.

Rabu, 16 Januari 2019

Belajar Biologi : 3 Jenis Protein Plasma yang Utama dan Penjelasannya

Ada 3 jenis protein plasma yang utama, yaitu albumin, globulin, dan fibrinogen.

1. Albumin
Merupakan protein plasma yang terbanyak, sekitra 55 - 60% dari jumlah protein plasma, disintesis di hati, bermuatan negatif yang sangat kuat untuk mengikat molekul kecil agar daspat diedarkan melalui darah, dan berperan untuk menjaga tekanan osmosis koloid darah.

2. Globulin
Membentuk sekitar 35% protein plasma. Ada beberapa jenis globulin, yaitu:
- Alfa dan beta globulin, disintesis di hati, berfungsi sebagai molekul pembawa lipid, hormon, dan berbagai substrat lainnya.
- Gamma globulin (imunoglobulin), merupakan antibodi yang berfungsi dalam imunitas tubuh, dan disintesis di jaringan limfoid. Gamma globulin merupakan protein dengan muatan negatif yang terlemah dan berfungsi sebagai antibodi. Antibodi adalah protein yang dapat mengenali dan mengikat antigen tertentu. Antigen merupakan molekul asing yang memacu pembentukan antibodi. Jadi antibodi akan terbentuk jika antigen masuk ke dalam tubuh.

3. Fibrinogen, membentuk sekitar 4% protein plasma, disintesis di hati, dan berfungsi pada mekanisme pembekuan darah.

Albumin dan globulin merupakan protein penyusun serum, sehingga disebut serum albumin dan serum globulin. Serum adalah cairan darah yang tidak mengandung fibrinogen. Pada plasma darah juga terdapat serum lipoprotein (senyawa biokimiawi yang mengandung protein dan lemak serta berbentuk enzim, antigen, dan toksin).

Rabu, 31 Oktober 2018

RIBOSOM DAN JENIS-JENIS RIBOSOM

Ribosom berbentuk butiran kecil dengan diameter sekitar 20 - 22 nm. Pada sel-sel tertentu dengan laju sintesis protein yang tinggi (misalnya, sel hati), akan memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak hingga mencapai jutaan ribosom.

Ribosom dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:



1. Ribosom bebas

Ribosom bebas merupakan ribosom yang tersuspensi di dalam sitosol. Ribosom bebas menyintesis protein yang akan berfungsi di dalam sitosol, seperti enzim metabolisme.

2. Ribosom terikat

Ribosom ini menempal pada retikulum endoplasma. Ribosom terikat menyintesis protein yang akan dimasukkan ke dalam membran retikulum endoplasma, sekresi protein, serta pembungkusan pada organel tertentu seperti lisosom.

BACA JUGA!!

Selasa, 30 Oktober 2018

BADAN GOLGI DAN FUNGSINYA


Badan golgi ditemukan pertama kali oleh Cammilio Golgi pada tahun 1898 di dalam sel-sel kelenjar. Badan golgi terdiri atas tumpukan kantong membran pipih sisterna dan vesikula-vesikula. Badan Golgi berperan sebagai pusat produksi, pergudangan, penyortiran, dan pengiriman produk sel. Materi dalm vesikula transpor dari RE akan diterima oleh badan Golgi untuk dimodifikasi, disimpan, dan akhirnya dikirim ke permukaan sel atau untuk tujuan lain.

Badan Golgi pada tumbuhan disebut diktiosom. Sel hewan memiliki 10 - 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan mengandung ratusan badan Golgi. Di dalam sel-sel sekretori seperti pada kelenjar percernaan dan kelenjar air mata, terdapat badan Golgi dengan jumlah lebih banyak.

Fungsi badan Golgi, yaitu:

  • Berperan dalam sekresi atau membentuk vesikula yang berisi enzim untuk sekresi.
  • Membuat makromolekul, seperti polisakarida dan asam hialuronat (zat lengket pada sel-sel hewan).
  • Membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim pemcah selubung sel telur.
  • Membentuk membran plasma dari vesikula-vesikula yang dilepaskan.
  • Membentuk dinding sel pada tumbuhan.

ARTIKEL LAIN UNTUK DIBACA
Pengertian Sitoplasma dan Fungsinya

Minggu, 28 Oktober 2018

PENGERTIAN SITOPLASMA DAN FUNGSI-FUNGSINYA

Bicara tentang struktur sel pasti kita akan mengenal tentang sitoplasma. Apa itu sitoplasma? mungkin banyak di antara kalian belum mengerti tentang sitoplasma.

Sitoplasma merupakan cairan sel yang terletak di dalma sel, di luar inti sel dan organel sel. Sitoplasma berbentuk cairan koloid homogen yang jernih, serta mengandung nutrien, ion-ion, garam, dan molekul organik. Sitoplasma dapat mengalami perubahan dan fase sol (konsentrasi air tinggi) ke fase gel (konsentrasi air rendah) dan sebaliknya.

Sitoplasma memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1. Tempat organel sel dan sitoskeleton
2. Memungkinkan terjadinya pergerakan organel sel oleh aliran sitoplasma
3. Tempat terjadinya reaksi metabolisme sel
4. Untuk menyimpan molekul-molekul organik, misalnya karbohidrat, lemak, protein, dan enzim.

Itulah penjelasan tentang Sitoplasma beserta fungsi-fungsinya.